Senin, 02 Januari 2012

Kode warna HEX dengan bentuk gambar 4





























Baca Selengkapnya..

Rabu, 12 Oktober 2011

my photo 1































































































Franda dan Mikail























Rafqi dan Mikail Alfith


Mikail Alfith dan Diana Susanti


Putranto dan Mikail


Mikail, Diana, Putranto




Herman, Mikail, Diana, dan Putranto









































































































Baca Selengkapnya..

Senin, 23 Mei 2011

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank 2

Kesehatan atau kondisi keuangan dan non keuangan Bank merupakan kepentingan semua pihak terkait, baik pemilik, pengelola (manajemen) Bank, masyarakat pengguna jasa Bank, Bank Indonesia selaku otoritas pengawasan Bank, dan pihak lainnya. Kondisi Bank tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak tersebut untuk mengevaluasi kinerja Bank dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan manajemen risiko.

Perkembangan industri perbankan, terutama produk dan jasa yang semakin kompleks dan beragam akan meningkatkan eksposur risiko yang dihadapi Bank. Perubahan eksposur risiko Bank dan penerapan manajemen risiko akan mempengaruhi profil risiko Bank yang selanjutnya berakibat pada kondisi Bank secara keseluruhan.

Perkembangan metodologi penilaian kondisi Bank senantiasa bersifat dinamis sehingga sistem penilaian tingkat kesehatan Bank harus diatur kembali agar lebih mencerminkan kondisi Bank saat ini dan di waktu yang akan datang. Pengaturan kembali tersebut antara lain meliputi penyempurnaan pendekatan penilaian (kualitatif dan kuantitatif) dan penambahan faktor penilaian.

Bagi perbankan, hasil akhir penilaian kondisi Bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang sedangkan bagi Bank Indonesia, antara lain digunakan sebagai sarana penetapan dan implementasi strategi pengawasan Bank.

Untuk hal tersebut Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/ 23 /DPNP Tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank melalui Penilaian Kuantitatif dan atau Penilaian Kualitatif terhadap faktor-faktor Capital, Asset Quality, Management, earning, liquidity dan sensitivity to market risk yang disingkat CAMELS.


Penilaian terhadap faktor tersebut secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :


1. ASPEK PERMODALAN (CAPITAL)

Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan paa CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI,yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.


2. ASPEK KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (ASSET )

Aktiva produktif atau Productive Assets atau sering disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Ada empat macam jenis aktiva produktif yaitu :

a. Kredit yang diberikan
b. Surat berharga
c. Penempatan dana pada bank lain
d. Penyertaan

Penilaian aset, sesuai dengan Peraturan BI adalah dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktif. Selain itu juga rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan. Klasifikasi aktiva produktif merupakan aktiva produktif yang telah dilihat kolektabilitasnya, yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet.


3. ASPEK KUALITAS MANAJEMEN (MANAGEMENT)

Aspek ketiga penilaian kesehatan bank meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang ebrsangkutan. Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.


4. ASPEK RENTABILITAS (EARNING)

Penilaian aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan, juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset, dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO).


5. ASPEK LIKUIDITAS (LIKUIDITY)

Aspek kelima adapah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dukatakan likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.

Penilaian dalam aspek ini meliputi :

  • Rasio kewajiabn bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar
  • Rasio kredit terhadap dana yang diterima oelh bank seperti KLBI, Giro, Tabungan, deposito dan lain-lain.

6. Sensitivitas Terhadap Risiko Pasar (sensitivity to market risk)

Penilaian terhadap faktor sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

  • kemampuan modal Bank dalam mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga dan nilai tukar;
  • kecukupan penerapan manajemen risiko pasar.


Sumber :

  1. http://bankirnews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=108:penilaian-tingkat-kesehatan-bank-camels&catid=83:camelstkb&Itemid=118
  2. kartika.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Materi+7+Camel.pdf


Baca Selengkapnya..

Senin, 16 Mei 2011

Mengenal Evan Williams 1

Evan Williams (lahir 31 Maret 1972 di Nebraska) adalah seorang wirausahawan AS yang telah mendirikan beberapa usaha. Dua di antaranya yang paling terkenal adalah Pyra Labs (pembuat Blogger weblog-authoring software) atau disebut Blogger sebelum dibeli oleh Google dan Twitter.


Awal kehidupan dan pendidikan

Williams dibesarkan di sebuah pertanian di Clarks, Nebraska, di mana dia membantu dengan irigasi tanaman di musim panas. Ia kuliah di Universitas Nebraska selama satu tahun setengah, meninggalkan untuk mengejar karirnya.


Awal karir

Anak muda yang Kuliahnya tak tamat. Kerja luntang-lantung. Hidup pun dia harus berpindahpindah dari Nebraska, Florida, dan Texas, California, untuk mencari kerja.
“Setiap musim panas saya harus mengairi tanaman,” kata Evan Williams. Itu 10 tahun sebelum namanya berkibar sebagai pendiri Blogger.com dan Twitter.com.

Siapa sangka temuan ini lahir dari pemuda yang mengaku hidupnya berantakan. Sepuluh tahun hidupnya adalah sepuluh tahun yang sia-sia. Pada 1994, selepas SMA dia hidup bergantung pada kebodohan orang terhadap Internet. Saat Internet mulai tumbuh–apakah Anda sudah kenal Internet saat itu?–Williams memproduksi CD-ROM. Isinya video tentang cara menggunakan Internet. Dia juga menyewakan server untuk web hosting.

“Saya tak bisa bernegosiasi, kehilangan fokus, dan tak punya disiplin,” kata Williams. Bisnisnya amburadul. Sampaisampai dia punya utang pajak dan membuat karyawannya marah.

“Hidup saya adalah rangkaian orkestra kecelakaan,” ujar Williams. “Saya selalu mengidap halusinasi optimisme yang akut.” Pernah, dia sampai melek semalam suntuk di perusahaan pertamanya.

Tapi esoknya dia kebingungan mencari recehan yang tersisa sekadar untuk sarapan.

Sejarah mulai berpihak kepadanya setelah akhirnya dia bekerja di O’Reilly Media pada 1997. Ia mulai belajar teknik membuat web. Penyakit halusinasi optimistis menghinggapinya lagi. Dia melahirkan Pyra Labs dengan temannya, Meg Hourihan, membuat proyek Blogger, sebuah teknik mudah untuk membuat web.

Enam tahun kemudian, situs itu dibeli Google dan dia bekerja selama dua tahun untuk Goliath Internet itu.


Pyra Labs dan Blogger

Evan Williams dan Meg Meg pendiri Pyra Labs untuk membuat perangkat lunak manajemen proyek. Sebuah fitur mencatat berputar off sebagai Blogger, salah satu aplikasi web pertama untuk membuat dan mengelola weblog. Williams menemukan blogger "istilah" dan berperan penting dalam mempopulerkan blog "istilah" Pyra. Selamat keberangkatan Meg dan karyawan lainnya, dan akhirnya diakuisisi oleh Google pada tanggal 13 Februari 2003.

Williams sebagai salah satu dari PC Magazine's "People of the Year" di tahun 2004, bersama dengan Meg dan Paul Bausch untuk pekerjaan mereka di Blogger


Odeo

Evan meninggalkan Google pada Oktober 2004 untuk co-menemukan Odeo, sebuah perusahaan podcasting. Pada akhir 2006, Williams mendirikan Obvious Corp dengan Biz Stone dan lainnya Odeo mantan karyawan untuk mendapatkan semua properti sebelumnya dari para pendukung mantan Odeo's Pada bulan April 2007., Odeo diakuisisi oleh Sonic Mountain.


Twitter

Di antara proyek s Obvious Corp adalah kegugupan, jaringan sosial bebas dan layanan micro-blogging. Twitter sendiri berputar ke perusahaan baru pada bulan April 2007, dengan Williams sebagai salah satu pendiri, anggota dewan dan investor. Pada bulan Oktober 2008, Williams menjadi CEO kegugupan, menggantikan Jack Dorsey yang menjadi ketua dewan direksi. Pada bulan Februari 2009, Compete.com Twitter peringkat ketiga jaringan sosial yang paling banyak digunakan berdasarkan jumlah mereka 6 jutam pengunjung bulanan yang unik dan 55 juta kunjungan per bulan. Pada 14 April 2010, Twitter memiliki 105.779.710 pengguna terdaftar. Ia mendapat 300.000 pengguna baru setiap hari dan menerima 180.000.000 pengunjung unik per bulan. 75% dari lalu lintas yang berasal dari luar Twitter.com.


Kehidupan pribadi

Williams adalah seorang vegetarian. Dia tinggal di San Francisco Bay Area dengan istrinya, Sara Morishige. Mereka memiliki satu anak.


Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Evan_Williams_%28blogger%29
http://asrul.blogdetik.com/kisah-arsitek-twitter/
http://arizoners.blogspot.com/2010/05/segala-hal-tentang-penemu-blogger.html

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 14 Mei 2011

ERD Penjualan Barang Secara Tunai 0

ERD Penjualan Barang Secara Tunai

















Kini kita dapatkan “M” (many) di kedua sisinya yang berarti derajat kardinalitas relasi tersebut adalah “many to many”. Namaun karena dalam matematika, nilai M akan selalu sama dengan M, sedangkan belum tentu kalimat (jika nilai M di atas = 10), “Sepuluh KASIR akan selalu menJUAL sepuluh BARANG”, maka penulisan M di salah satu sisinya diganti dengan N, tetapi pembacaanya tetap many. Jadi nilai M dan N bisa jadi sama, dan bisa jadi tidak sama (M = N atau M ≠ N).


Berikut penjelasan atribut-atribut yang digunakan dalam bentuk tabel :





















Atribut-atribut ini disesuaikan dengan kebutuhan oleh perancang sistemnya, misalkan KASIR boleh saja memiliki atribut tempat dan tanggal lahir “TT_Lahir”, tetapi karena atribut itu tidak diperlukan maka tidak perlu dibuat/ditulis. Tetapi harus dipatuhi bahwa setiap atribut yang ada di entitas adalah memang merupakan atribut (identitas) dari entitasnya. Jadi jangan masukkan atribut “Nama_brg” di atribu KASIR, karena nama barang bukanlah atribut si KASIR.

Entitas “JUAL” adalah entitas yang merupakan file transaksi, jadi atribut-atribut yang tercantum disan adalah bagian-bagian transaksi yang harus dicatat. Adapun atribut NO_peg dan KD_brg adalah atribut dari entitas lain yang menjadi “jembatan” untuk mengambil atribut-atribut dari master filenya.

Baca Selengkapnya..

Mikail Alfith Amarullah

↑ Grab this Headline Animator

  © Blogger Tamplates

Back to TOP